Pembuatan Project Management System

Sistem Manajemen Proyek dan Operasional Kasaka

Klien: Kasaka
Industri: Desain Interior dan Kontraktor
Layanan: Custom Project Management System / ERP

Cerita di Balik Proyek Ini

Di bisnis desain interior dan kontraktor, mengelola satu proyek saja sudah butuh kordinasi ekstra—apalagi kalau ada puluhan proyek yang berjalan berbarengan. Bayangkan alurnya: mulai dari tim sales yang mem-follow up klien, desainer yang membuat konsep, tim purchasing yang mengurus material, sampai rekan-rekan di workshop yang mengeksekusi produksinya. Semuanya harus saling sinkron.

Kasaka datang dengan pain point yang sebenarnya sangat umum di industri ini: alur operasional yang masih terpecah-pecah (silo). Dampaknya? Manajemen kesulitan memantau progres proyek, status penawaran harga, dan performa tim secara real-time. Seringkali, data antara tim lapangan dan kantor tidak sinkron.

Solusi yang doIT Bangun

Untuk menyelesaikan bottleneck tersebut, doIT sebagai Software House berpengalaman mendevelop sebuah Project Management System berbasis web yang dibuat 100% spesifik mengikuti business process Kasaka. Tujuannya satu: menjadikan aplikasi ini sebagai command center tunggal agar seluruh departemen bisa bekerja dari satu sumber data yang sama.

Berikut adalah bagaimana doIT menerjemahkan kebutuhan operasional mereka ke dalam fitur sistem:

1. Dashboard Utama: Kondisi Bisnis dalam Sekilas Manajemen tidak punya banyak waktu untuk membaca laporan yang panjang. Jadi, kita buatkan dashboard yang langsung menyajikan angka-angka krusial:

  • Real-time Metrics: Pantauan langsung untuk Total Proyek aktif, nominal Total Sales, serta seberapa banyak penawaran yang tembus (Total Won) atau gagal (Total Lost).

  • Visualisasi Status: Grafik interaktif untuk melihat porsi Status Penawaran dan Status Proyek yang sedang berjalan.

  • To-Do List & Quick Action: Di bagian bawah, ada ringkasan "Tugas Terbuka" dan "Tugas Tertutup" agar operasional tidak ada yang missed. Plus, kita sediakan tombol akses cepat untuk update progres, bikin penawaran, atau mengurus permintaan survei tanpa perlu repot bongkar menu.

2. Memudahkan Kerja Tim Sales & Desain Modul Sales kita rapikan agar tim bisa lebih fokus pada closing dan pelayanan klien. Mulai dari pencatatan Permintaan Survei yang terstruktur, pembuatan dokumen Penawaran, hingga pengelolaan Database Harga dan data Klien. Semuanya terekam rapi, tidak ada lagi cerita salah estimasi biaya atau follow-up yang terlewat.

3. Manajemen Proyek & Eksekusi Workshop (End-to-End) Ini adalah "jantung" dari operasional Kasaka. Begitu sebuah penawaran disetujui, alur kerjanya langsung menyambung ke modul Proyek.

  • Produksi Harian: Kita buatkan fitur spesifik agar progres pengerjaan barang di workshop bisa dilaporkan secara harian. Ini menjembatani komunikasi antara tukang/tim produksi dengan manajemen di kantor.

  • Timeline & Purchasing: Pemantauan jadwal bulanan yang ketat, terintegrasi dengan tim purchasing agar material selalu siap saat dibutuhkan.

  • After-Sales: Bahkan setelah proyek diserahterimakan, sistem masih mengakomodasi Permintaan Servis (untuk maintenance/garansi) dan Review Proyek untuk bahan evaluasi internal.

Target untuk Bisnis Kasaka

Melalui implementasi Project Management System ini, masalah silo antar departemen berhasil dipangkas. Interaksi antara divisi Sales, Desain, Proyek, Purchasing, dan Workshop kini berjalan dalam satu ekosistem terintegrasi dan akurat. Hasil akhirnya, manajemen bisa mengambil keputusan bisnis jauh lebih cepat dan akurat karena datanya valid dan up-to-date, sementara operasional harian berjalan jauh lebih efisien.

Komentar