5 Kesalahan SEO yang Paling Sering Dilakukan Website Indonesia

Ketika Website Anda "Tenggelam" di Halaman 5 Google—Padahal Sudah Keluar Puluhan Juta untuk SEO
Bu Sinta menatap layar laptopnya dengan frustrasi yang sudah tidak bisa disembunyikan lagi. Enam bulan lalu, ia meng-hire "agency SEO" yang katanya "dijamin halaman 1 Google dalam 3 bulan."
Budget yang dikeluarkan? 45 juta untuk 6 bulan.
Hasilnya?
Ketik "jasa cleaning service Jakarta" di Google. Scroll. Scroll lagi. Halaman 2. Halaman 3. Halaman 4. Baru di halaman 5, website-nya muncul—di posisi paling bawah.
Sementara kompetitor yang baru buka bisnis 3 bulan lalu? Nangkring di halaman 1, posisi 3.
Yang lebih menyakitkan: traffic website Bu Sinta stagnan di angka 200-300 visitor per bulan. Tidak ada yang telepon. Tidak ada yang inquiry via WhatsApp. Website-nya seperti brosur digital yang tidak ada yang baca.
"Mungkin agency-nya salah strategi," pikir Bu Sinta.
Setelah konsultasi dengan konsultan SEO kedua, baru ketahuan masalahnya. Website Bu Sinta penuh dengan kesalahan SEO yang fatal—tapi kesalahan-kesalahan yang sangat umum dilakukan website Indonesia.
Ironisnya, kesalahan-kesalahan ini bukan karena kurang budget. Bukan karena kontennya jelek. Tapi karena yang dikerjakan salah dari awal—dan terus diulang selama 6 bulan tanpa ada yang koreksi.
5 Kesalahan SEO yang Membuat Website Anda "Invisible" di Google
Jika Anda owner bisnis yang punya website—dan merasa website Anda "tidak menghasilkan apa-apa" meskipun sudah keluar biaya untuk SEO—coba cek. Berapa banyak dari 5 kesalahan ini yang terjadi di website Anda?
1. Keyword Stuffing: Mengulang Kata Kunci Sampai Google Muak
Ini kesalahan paling klasik—dan paling sering dilakukan oleh "agency SEO abal-abal".
Contoh real dari website klien yang pernah kami tangani:
"Jasa cleaning service Jakarta adalah jasa cleaning service terbaik di Jakarta. Kami menyediakan jasa cleaning service Jakarta untuk rumah, kantor, dan apartemen. Jasa cleaning service Jakarta kami sudah berpengalaman sejak 2015. Hubungi jasa cleaning service Jakarta sekarang juga!"
Baca sekali, langsung pusing.
Ini namanya keyword stuffing—mengulang keyword utama ("jasa cleaning service Jakarta") sampai tidak natural, dengan harapan Google akan "ngeh" bahwa website ini relevan untuk keyword tersebut.
Masalahnya:
Google tahun 2025 itu sudah jauh lebih pintar dari Google tahun 2015. Algoritma mereka—terutama setelah update BERT, MUM, dan sekarang dengan integrasi AI—sudah bisa memahami konteks dan intent, bukan cuma keyword.
Keyword stuffing bukan bikin ranking naik. Malah bikin Google curiga website Anda spam.
Hasilnya:
- Ranking turun (atau stuck di halaman 5-10)
- Bounce rate tinggi (pengunjung langsung kabur karena kontennya tidak natural)
- Bahkan bisa kena penalty dari Google kalau keterlaluan
2. Internal Link yang Diabaikan Total—Padahal Ini "Jalan Raya" di Dalam Website Anda
Website itu seperti kota. Setiap halaman adalah bangunan. Dan internal link adalah jalan yang menghubungkan bangunan satu dengan yang lain.
Kalau tidak ada jalan? Orang (dan Google bot) tidak tahu cara ke sana. Meskipun bangunannya bagus, ya percuma—tidak ada yang bisa akses.
Contoh kasus yang sering terjadi:
Website Anda punya:
- Halaman layanan: "Jasa Cleaning Service Kantor"
- Blog artikel: "5 Tips Memilih Jasa Cleaning Kantor yang Profesional"
- Halaman about: "Tentang Kami"
Tapi ketiga halaman ini tidak saling terhubung. Artikel blog tidak link ke halaman layanan. Halaman layanan tidak link ke artikel terkait. Semuanya berdiri sendiri-sendiri.
Dampaknya:
- Google tidak tahu halaman mana yang paling penting di website Anda
- User tidak tahu kemana harus klik setelah baca artikel
- Potensi konversi hilang karena tidak ada "jalur" yang mengarahkan pengunjung dari artikel informatif ke halaman layanan (tempat mereka bisa order)
Internal link yang baik itu seperti GPS di dalam website—memberi petunjuk ke Google dan user: "Kalau Anda tertarik topik ini, halaman ini juga penting untuk Anda baca."
Dan website dengan struktur internal link yang rapi? Ranking-nya lebih stabil dan traffic-nya lebih merata ke berbagai halaman penting.
3. Posting Artikel Asal-Asalan yang Tidak Konsisten dengan Bisnis Anda
Ini juga kesalahan umum—terutama kalau Anda pernah hire "jasa content writer murah" yang dikasih target "tulis 10 artikel per bulan, terserah topiknya yang penting ada keyword."
Hasilnya:
Website jasa cleaning service tiba-tiba ada artikel:
- "7 Manfaat Yoga untuk Kesehatan Mental"
- "Resep Ayam Goreng Crispy ala Restoran"
- "Tips Investasi Saham untuk Pemula"
Apa hubungannya dengan cleaning service? Tidak ada.
"Kan katanya SEO itu butuh konten banyak, Pak?"
Betul. Tapi bukan konten sembarangan. Google sekarang sangat peduli dengan E-E-A-T: Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness.
Artinya:
- Google ingin tahu Anda expert di bidang apa
- Google ingin tahu konten Anda konsisten bicara tentang topik apa
- Google ingin tahu apakah Anda dipercaya sebagai sumber informasi di niche Anda
Kalau website Anda nge-publish artikel random yang tidak ada hubungannya dengan bisnis, Google bingung: "Website ini sebenarnya niche-nya apa sih? Cleaning service? Lifestyle? Kuliner?"
Hasilnya: Google tidak menempatkan Anda sebagai "authority" di niche manapun.
Lebih baik:
- Publish 5 artikel per bulan yang super relevan dengan bisnis Anda
- Daripada 20 artikel per bulan yang asal-asalan dan tidak fokus
4. Schema Markup yang Hilang—Padahal Ini "Cheat Code" untuk Tampil Lebih Menonjol di Google
Pernah lihat hasil pencarian Google yang tampilannya seperti ini?
★★★★☆ 4.8 (127 reviews)
Jam Operasional: Senin-Jumat, 08:00-17:00
Harga mulai: Rp 500.000
Atau yang ada FAQ accordion langsung di hasil pencarian, jadi user bisa baca jawaban tanpa perlu klik website?
Itu semua muncul karena website tersebut pakai Schema Markup—kode khusus yang memberitahu Google: "Ini review-nya, ini jam operasional-nya, ini harga-nya, ini FAQ-nya."
Masalahnya:
90% website Indonesia tidak pakai schema markup sama sekali.
Padahal schema markup itu:
- Gratis
- Tidak sulit implementasinya (kalau tahu caranya)
- Efeknya besar: bisa bikin tampilan website Anda di hasil pencarian jadi lebih menarik, lebih informatif, lebih clickable
Dampak tidak pakai schema markup:
Misalnya ada 2 website cleaning service yang ranking di halaman 1:
- Website A: cuma muncul judul dan deskripsi standar
- Website B: muncul dengan rating bintang, harga, jam operasional
User cenderung klik yang mana? Website B.
Meskipun ranking Anda bagus, kalau tampilan di hasil pencarian Anda "polos" sementara kompetitor pakai schema markup yang kaya informasi—Anda tetap kalah click.
5. Tidak Ada Strategi Re-Engagement: Pengunjung Datang Sekali, Lalu Hilang Selamanya
Ini kesalahan yang paling sering diabaikan—tapi paling mahal cost-nya.
Anda sudah keluar budget untuk SEO. Traffic mulai naik. Pengunjung mulai datang.
Tapi... mereka cuma baca artikel, lalu pergi. Tidak pernah balik lagi.
Kenapa ini masalah besar?
Karena 80% pengunjung pertama kali tidak langsung beli. Mereka butuh waktu. Mereka butuh "diingatkan" bahwa bisnis Anda exist.
Kalau tidak ada strategi re-engagement, Anda kehilangan potensi konversi dari 80% pengunjung tersebut.
Solusi yang jarang dipakai tapi sangat efektif: Push Notification.
Begini cara kerjanya:
- Pengunjung datang ke website Anda
- Ada pop-up (yang tidak mengganggu): "Mau dapat update artikel terbaru dan promo khusus? Klik 'Izinkan'"
- Mereka klik izinkan
- Setiap kali Anda publish konten baru, promo, atau ada info penting → mereka dapat notifikasi langsung di browser mereka
Keuntungan push notification:
- Tidak butuh email (banyak orang malas kasih email, tapi mau klik "izinkan" notifikasi)
- Open rate tinggi (bisa sampai 30-40%, jauh lebih tinggi dari email marketing yang cuma 15-20%)
- Direct ke browser (bahkan kalau mereka tidak lagi buka website Anda)
Contoh real:
- Anda publish artikel: "Promo Cleaning Service Diskon 30% Bulan Ini"
- Notifikasi langsung muncul di 500 subscriber Anda
- 150 orang klik notifikasi → langsung ke halaman promo
- 10-20 orang akhirnya inquiry atau order
Traffic yang sudah Anda beli dengan SEO, jadi bisa di-"recall" kapan saja tanpa harus bayar iklan lagi.
Penyebab: Mengapa Kesalahan Ini Terus Berulang?
Setelah menangani puluhan website sejak 2017, DOIT menemukan pola yang sama:
1. "Agency SEO" yang cuma jalankan checklist, tanpa paham strategi
Mereka tahu harus "masukkin keyword", tapi tidak tahu bagaimana caranya yang natural.
Mereka tahu harus "bikin konten", tapi tidak tahu konten yang relevan itu seperti apa.
Mereka tahu harus "optimasi website", tapi tidak pernah pakai tools advanced seperti schema markup atau push notification.
2. Owner bisnis yang tidak tahu harus tanya apa
Anda hire agency SEO. Mereka bilang "sudah kami optimasi." Anda percaya.
Tapi Anda tidak tahu harus cek apa. Tidak tahu metrik mana yang penting. Tidak tahu red flag-nya seperti apa.
Akibatnya, agency yang asal kerja tetap dibayar—sementara hasil SEO Anda stagnan atau bahkan turun.
3. SEO diperlakukan sebagai "proyek sekali jalan", bukan proses berkelanjutan
Google update algoritma ratusan kali per tahun. Kompetitor terus optimasi website mereka. User behavior terus berubah.
SEO bukan "sekali setup, selesai." SEO itu butuh monitoring, adjustment, dan improvement terus-menerus.
Website yang ranking-nya stabil itu bukan karena "sekali optimasi langsung perfect", tapi karena ada tim yang konsisten maintain dan improve.
Risiko: Apa yang Terjadi Jika Anda Biarkan Website dengan SEO yang Salah?
1. Budget SEO Anda Terbuang—Tanpa Hasil yang Sepadan
Bayar agency SEO 5 juta per bulan selama 6 bulan = 30 juta.
Traffic tidak naik. Inquiry tidak bertambah. Ranking stuck.
Anda baru sadar: uang itu dipakai untuk pekerjaan yang salah dari awal.
2. Kompetitor Merebut Market Share Anda
Saat website Anda stuck di halaman 5, kompetitor Anda yang lebih paham SEO naik ke halaman 1.
Calon customer yang seharusnya nemuin Anda di Google, malah nemuin kompetitor. Inquiry masuk ke mereka. Revenue masuk ke mereka.
Dalam 6-12 bulan, Anda bisa kehilangan 30-50% potensi customer online.
3. Website Anda Kena Penalty Google—dan Harus Mulai dari Nol Lagi
Keyword stuffing yang berlebihan, backlink spam, konten duplikat—semua ini bisa bikin Google kasih penalty ke website Anda.
Penalty bisa berupa:
- Ranking turun drastis (dari halaman 2 ke halaman 20)
- De-index (website Anda hilang total dari hasil pencarian Google)
Recovery dari penalty itu bisa butuh 6-12 bulan. Dan itu kalau Anda tahu cara benerinnya.
4. Anda Kehilangan Kepercayaan terhadap SEO—Padahal SEO yang Benar Itu Efektif
Setelah ditipu agency abal-abal, banyak owner bisnis jadi berpikir: "SEO itu gak work. Mending bayar Google Ads aja."
Padahal SEO yang benar, konsisten, dan strategis itu bisa:
- Menghasilkan traffic jangka panjang tanpa harus bayar per klik
- Build authority brand Anda di mata Google dan customer
- ROI yang jauh lebih tinggi daripada paid ads dalam jangka panjang
Tapi karena pengalaman buruk dengan agency yang salah, Anda jadi menutup peluang growth channel yang sebenarnya sangat powerful.
Solusi: SEO yang Benar, Terukur, dan Sesuai dengan Realita Bisnis Indonesia
Sejak 2017, DOIT sudah menangani SEO untuk berbagai jenis bisnis—dari e-commerce, jasa profesional, manufaktur, sampai startup teknologi. Dan satu hal yang kami pelajari:
SEO yang efektif bukan soal trik. Ini soal strategi yang selaras dengan bisnis Anda.
Pendekatan DOIT untuk SEO yang Sustainable
1. No Keyword Stuffing—Fokus ke Natural Language yang Bernilai
Kami tidak menulis untuk robot Google. Kami menulis untuk manusia yang punya masalah—dan mencari solusi di Google.
Contoh:
Salah (keyword stuffing):
"Jasa SEO Jakarta adalah jasa SEO terbaik Jakarta. Kami sediakan jasa SEO Jakarta profesional untuk bisnis Jakarta."
Benar (natural, valuable):
"Butuh bantuan agar website bisnis Anda muncul di halaman pertama Google? Tim SEO kami di Jakarta sudah membantu puluhan klien meningkatkan traffic organik hingga 300% dalam 6 bulan—tanpa trik instan yang berisiko penalty."
Bedanya:
- Yang kedua tetap pakai keyword, tapi natural
- Yang kedua langsung address pain point pembaca
- Yang kedua kasih value proposition yang jelas
Google menyukai konten yang memberikan jawaban berkualitas, bukan yang cuma ngulang keyword.
2. Struktur Internal Link yang Strategic—Membimbing User dan Google Bot
Kami bangun internal link architecture yang:
- Menghubungkan artikel blog ke halaman layanan (untuk drive konversi)
- Menghubungkan halaman layanan ke case study atau portfolio (untuk build trust)
- Menghubungkan artikel terkait satu sama lain (untuk increase time on site)
Hasil:
- Google lebih mudah crawl seluruh website Anda
- User lebih lama di website (lower bounce rate)
- Conversion rate naik karena ada "jalur" yang jelas dari awareness ke action
3. Konten yang Konsisten dan Selaras dengan Bisnis Anda
Kami tidak bikin konten asal banyak. Kami bikin konten yang:
- Menjawab pertanyaan spesifik yang dicari target market Anda di Google
- Menunjukkan expertise Anda di bidang Anda
- Membawa traffic yang qualified—bukan cuma traffic, tapi traffic yang punya potensi beli
Contoh strategi konten untuk bisnis cleaning service:
Bukan bikin artikel random seperti "Tips Hidup Sehat" atau "Cara Masak Nasi Goreng."
Tapi bikin artikel yang relevan:
- "Berapa Biaya Jasa Deep Cleaning Kantor per Meter? (Update 2025)"
- "5 Tanda Kantor Anda Butuh Jasa Cleaning Profesional—Bukan Cleaning Service Biasa"
- "Cara Memilih Jasa Cleaning untuk Gedung Bertingkat: Checklist Lengkap"
Artikel ini:
- Searcher-nya adalah calon customer (yang lagi cari info soal jasa cleaning)
- Positioning Anda sebagai expert
- Natural untuk insert internal link ke halaman layanan Anda
4. Schema Markup yang Disesuaikan dengan Jenis Bisnis Anda
Kami implementasikan schema markup yang relevan dengan bisnis Anda:
- LocalBusiness schema (untuk tampilkan jam operasional, alamat, telepon)
- Review schema (untuk tampilkan rating bintang di hasil pencarian)
- FAQ schema (untuk tampilkan pertanyaan umum langsung di Google)
- Product/Service schema (untuk e-commerce atau jasa)
Hasilnya:
Tampilan website Anda di hasil pencarian Google jadi lebih informatif dan clickable dibanding kompetitor yang cuma muncul dengan judul dan deskripsi polos.
5. Push Notification untuk Re-Engage Pengunjung yang Sudah Pernah Datang
Kami setup push notification system yang:
- Tidak mengganggu (muncul di timing yang tepat)
- Kasih value (promo, artikel baru, info penting)
- Bisa di-segment (misal: pengunjung yang baca artikel tentang "cleaning kantor" dapat notif khusus tentang promo cleaning kantor)
Strateginya:
- Pengunjung datang dari Google → baca artikel Anda
- Mereka subscribe push notification
- Seminggu kemudian, Anda publish artikel baru atau ada promo
- Mereka dapat notifikasi → klik → balik ke website Anda
- Bahkan 3-6 bulan setelah kunjungan pertama, Anda masih bisa "recall" mereka tanpa bayar iklan lagi
ROI-nya sangat tinggi: sekali setup, bisa dipakai jangka panjang untuk drive repeat traffic.
Implementasi: Dari SEO yang Salah ke SEO yang Benar dalam 8-12 Minggu
Fase 1: Audit Menyeluruh (Minggu 1-2)
Tim DOIT akan:
- Technical audit: cek kecepatan website, struktur URL, indexing issue, broken links
- Content audit: cek kualitas konten, keyword stuffing, relevansi dengan bisnis
- Backlink audit: cek apakah ada backlink spam yang bisa bahayakan website
- Competitor analysis: lihat apa yang kompetitor lakukan dengan benar (dan salah)
Hasilnya: Report lengkap dengan prioritas mana yang harus diperbaiki dulu.
Fase 2: Fix Critical Issues (Minggu 3-5)
Kami fokus benerin hal-hal yang paling berdampak:
- Hapus atau revisi konten yang keyword stuffing
- Bangun struktur internal link yang solid
- Implementasi schema markup yang relevan
- Fix technical SEO issues (kecepatan, mobile-friendliness, indexing)
Fase 3: Content Strategy & Creation (Minggu 6-8)
Berdasarkan keyword research dan analisis kompetitor, kami:
- Buat content calendar yang align dengan bisnis Anda
- Produksi konten berkualitas tinggi (artikel, landing page, FAQ)
- Optimasi konten lama yang punya potensi tapi under-performing
Fase 4: Monitoring, Adjustment & Scaling (Minggu 9-12+)
SEO bukan "set and forget." Kami:
- Monitor ranking setiap minggu
- Analisis traffic & behavior untuk lihat apa yang work, apa yang perlu di-improve
- A/B testing judul, meta description, struktur konten
- Adjust strategi berdasarkan data real
Dan ini jalan terus—karena SEO yang sustainable itu butuh continuous improvement.
Hasil yang Bisa Anda Harapkan dalam 3-6 Bulan Pertama
Berdasarkan data klien-klien DOIT:
- Traffic organik naik 150-400% (tergantung kondisi awal website)
- Keyword di halaman 1 Google bertambah 40-80%
- Bounce rate turun 20-35% (karena konten lebih relevan dan struktur lebih baik)
- Conversion rate dari organic traffic naik 25-60% (karena traffic lebih qualified)
Tapi yang paling penting:
"Sekarang kami tidak lagi tergantung 100% ke iklan berbayar. Traffic organik dari Google jadi sumber leads yang konsisten—dan gratis."
Kenapa Harus Sekarang?
Setiap bulan Anda tunda, adalah bulan dimana:
- Kompetitor terus naik ranking dan ambil market share Anda
- Budget marketing Anda habis untuk paid ads—tanpa punya aset traffic jangka panjang
- Website Anda terus "tenggelam" di halaman belakang Google
SEO itu investasi, bukan biaya.
Paid ads habis begitu Anda stop bayar. Tapi SEO yang benar? Hasilnya bisa bertahan bertahun-tahun—dan terus memberikan ROI tanpa harus bayar per klik.
DOIT sudah jadi agency SEO profesional sejak 2017. Kami tidak janji "halaman 1 dalam sebulan" seperti agency abal-abal. Kami janji strategi yang jelas, eksekusi yang terukur, dan hasil yang sustainable.
Langkah Selanjutnya
Kalau Anda owner bisnis yang:
- Pernah kecewa dengan hasil SEO sebelumnya
- Ingin website yang benar-benar bisa jadi sumber leads konsisten
- Tidak mau buang-buang budget untuk strategi SEO yang salah lagi
Saatnya kerja sama dengan agency yang paham SEO modern—bukan trik-trik usang yang malah bahayakan website Anda.
👉 Pelajari lebih lanjut tentang Jasa SEO Profesional DOIT
Atau hubungi tim kami untuk konsultasi & audit website gratis. Kami akan tunjukkan:
- Apa yang salah dengan SEO Anda sekarang
- Peluang keyword apa yang seharusnya Anda target
- Estimasi potensi traffic kalau SEO dilakukan dengan benar
Karena website Anda seharusnya jadi mesin leads—bukan pajangan digital yang tidak ada yang lihat.
DOIT – Digital Agency Indonesia
Profesional SEO Services Sejak 2017





