Kenapa Manajemen Data Penyewa Sering Berantakan dan Solusinya

system manajemen sewa

Tanggal 5, seharusnya hari paling sibuk—hari tagih sewa. Tapi pagi ini Anda malah panik. File Excel penyewa gedung kantor Anda corrupt. Data 47 tenant hilang. Siapa yang belum bayar bulan ini? Unit mana yang kontraknya mau habis minggu depan? Berapa total outstanding payment?

Semua jawaban ada di file yang sekarang nggak bisa dibuka.

Anda coba buka backup di Google Drive—ternyata backup terakhir 3 minggu lalu. 3 minggu terakhir ada tenant baru masuk, ada yang keluar, ada yang perpanjang kontrak. Semua data itu hilang. Admin lagi panik cari nota-nota fisik yang entah dimana.

Sementara WA terus bunyi. Tenant nanya: "Pak, saya sudah transfer, kok belum dikonfirmasi?" Anda nggak tahu dia sudah bayar atau belum karena data pembayaran ada di sheet yang corrupt itu. Deposit tenant A tercampur sama tenant B. Tanggal jatuh tempo unit 204 entah kapan—yang jelas kontraknya harusnya diperpanjang minggu lalu, tapi nggak ada yang follow up.

Ini bukan pertama kali. Bulan lalu juga begini. Bulan depan mungkin akan terulang lagi.

Setiap bulan adalah chaos yang sama: hunting data di mana-mana, telpon tenant satu-satu untuk konfirmasi, lembur sampai malam untuk riconcile payment. Anda punya aset properti ratusan juta bahkan miliaran, tapi manage datanya masih pakai cara yang sama dengan orang yang sewa 3 kos-kosan.

Dan setiap kali chaos, uang mengalir keluar—entah karena telat tagih, salah hitung, atau tenant kabur tanpa Anda sadari.

Gejala Khas: Manajemen yang Terlihat 'Jalan' Tapi Sebenarnya Bocor

Sebagai owner properti sewa—entah itu kos-kosan, ruko, gedung kantor, apartemen, atau warehouse—Anda mungkin mengalami minimal 3 dari gejala ini:

"Siapa yang belum bayar bulan ini?"

Pertanyaan ini seharusnya bisa dijawab dalam 5 detik. Tapi kenyataannya? Anda harus buka Excel, scroll, cek satu-satu, cocokin dengan bukti transfer di berbagai rekening, baru bisa tahu.

Kalau ada tenant yang bayar telat atau nggak bayar sama sekali, Anda baru sadar seminggu atau bahkan sebulan kemudian. Saat itu tunggakan sudah 2-3 bulan, tenant susah ditagih, atau bahkan sudah kabur.

"Kontrak mana yang mau habis bulan ini?"

Setiap tenant punya tanggal kontrak berbeda. Ada yang tanggal 1, ada yang tanggal 15, ada yang tanggal akhir bulan. Tanpa tracking yang proper, Anda selalu reaktif, bukan proaktif.

Baru ingat kontrak tenant X habis setelah dia bilang mau pindah. Padahal kalau di-follow up 2 minggu sebelumnya, masih bisa nego perpanjangan atau cari pengganti lebih cepat. Akibatnya: unit kosong 1-2 bulan karena terlambat cari tenant baru.

"Deposit siapa yang belum dikembalikan?"

Tenant keluar, minta deposit dikembalikan. Anda cari-cari data... depositnya berapa ya? Sudah dipotong untuk apa aja? Bukti potong listrik, air, kerusakan di mana?

Nggak ada sistem yang proper, jadinya ngandelin ingatan atau nota fisik yang mungkin sudah hilang. Akhirnya:

  • Anda bayar lebih dari yang seharusnya (biar nggak ribet)
  • Atau dispute sama tenant karena nggak ada dokumentasi jelas
  • Atau uang deposit 'hilang' entah kemana

"Total pendapatan bulan ini berapa?"

Mau tahu cash flow real-time? Impossible. Anda harus kompilasi data dari:

  • Transfer masuk di 2-3 rekening berbeda
  • Catatan manual admin yang mungkin telat di-update
  • Bukti cash payment yang belum di-input
  • Potongan untuk utility yang belum dimasukkan

Baru tahu profit bulan ini setelah tanggal 10-15 bulan depan. Saat itu udah telat untuk adjust pricing, chase tunggakan, atau ambil keputusan finansial.

"Data tenant ada di mana?"

Informasi satu tenant tersebar di banyak tempat:

  • Excel untuk data kontrak
  • WhatsApp untuk komunikasi
  • Folder fisik untuk dokumen KTP/NPWP
  • Google Drive untuk scan kontrak
  • Catatan manual untuk riwayat komplain

Mau cari info lengkap satu tenant? Harus buka 5-6 tempat berbeda. Kalau admin lama resign dan yang baru belum paham sistemnya? Knowledge transfer jadi nightmare.

"Tenant komplain saya nggak follow up karena lupa"

Tenant lapor AC rusak via WA pagi ini. Tengah hari Anda sibuk meeting. Malam baru inget—tapi chat-nya udah ketimbun 50 chat lain. Besoknya tenant komplain lagi dengan nada yang lebih marah.

Nggak ada sistem ticketing yang track complaint dari masuk sampai resolved. Follow-up based on ingatan, bukan sistem. Tenant merasa nggak diperhatikan, reputation turun, renewal rate juga ikut turun.

Yang paling menyakitkan: Anda tahu semua ini inefficient dan risky, tapi nggak tahu harus mulai fix dari mana.

Akar Masalahnya: Kenapa Sistem Manual Selalu Gagal di Skala

Setelah develop sistem manajemen properti untuk berbagai klien sejak 2017, DOIT menemukan bahwa masalahnya bukan di orangnya, tapi di sistem yang tidak dirancang untuk handle recurring transactions dan long-term relationships.

Penyebab #1: Spreadsheet Bukan Database

Excel atau Google Sheets adalah tools yang powerful untuk banyak hal, tapi bukan untuk manage relational data yang kompleks.

Satu tenant punya banyak data yang saling terkait:

  • Data personal (nama, kontak, KTP, NPWP)
  • Data unit (nomor, luas, harga sewa)
  • Data kontrak (start date, end date, terms)
  • Data pembayaran (invoice, payment, outstanding)
  • Data deposit (amount, deduction, balance)
  • Data complaint (history, status, resolution)

Di spreadsheet, semua ini harus di-maintain di multiple sheets yang linked manually. Satu update di satu tempat nggak otomatis update yang lain. Human error unavoidable.

Belum lagi kalau ada multi-property atau multi-tipe unit—complexity exponentially naik.

Penyebab #2: Tidak Ada Automation untuk Recurring Task

Tagih sewa itu recurring task. Setiap bulan, tanggal yang sama (atau berbeda per tenant), harus:

  1. Generate invoice
  2. Send ke tenant
  3. Track pembayaran
  4. Follow up yang belum bayar
  5. Update status di sistem
  6. Rekonsiliasi dengan bank statement

Kalau semua ini manual, Anda butuh dedicated admin yang spend 5-10 hari per bulan cuma untuk billing cycle. Dan tetap aja banyak yang kelewat.

Penyebab #3: Tidak Ada Alert System

Anda nggak tahu kalau:

  • Kontrak tenant mau habis 30 hari lagi
  • Tenant belum bayar padahal udah H+7
  • Deposit tenant minus karena kerusakan
  • Occupancy rate turun 20% bulan ini
  • Utility cost satu unit abnormal tinggi

...sampai Anda manually cek atau masalahnya sudah besar.

Tanpa alert system yang proactive, Anda selalu fire-fighting instead of preventing.

Penyebab #4: Data Scattered Across Multiple Platforms

WhatsApp untuk komunikasi. Email untuk invoice. Excel untuk data tenant. Google Drive untuk dokumen. Bank app untuk cek pembayaran. Buku catatan fisik untuk complaint.

Nggak ada single source of truth. Mau lihat complete picture satu tenant? Harus buka 6-7 platform berbeda.

Akibatnya:

  • Informasi sering tertinggal atau outdated
  • Decision-making based on incomplete data
  • Inefficient—spend terlalu banyak waktu cuma untuk cari informasi

Penyebab #5: Tidak Ada Access Control dan Audit Trail

Siapa yang edit data tenant kemarin? Siapa yang approve potongan deposit? Kenapa data pembayaran tenant A berubah?

Di sistem manual, nggak ada audit trail. Kalau ada discrepancy atau sengketa, nggak ada bukti digital yang reliable.

Belum lagi kalau banyak staff yang akses data—nggak ada role management. Semua orang bisa edit semua data. Risk of data corruption atau abuse of access sangat tinggi.

Risiko Nyata yang Menggerogoti Profit Properti Anda

1. Revenue Leakage dari Tagihan yang Terlewat

Satu atau dua tenant yang telat bayar sebulan mungkin terlihat kecil. Tapi kalau ini terjadi konsisten karena follow-up yang nggak systematic, loss-nya bisa massive.

Contoh real:

  • Properti dengan 50 unit @ Rp 5 juta/bulan = Rp 250 juta omzet per bulan
  • Kalau 10% tenant rata-rata telat bayar 1 bulan karena tagih yang nggak on-time = Rp 25 juta cash flow delayed
  • Kalau 2-3 tenant per tahun kabur tanpa bayar karena nggak ke-detect early = Rp 30-45 juta write-off per tahun

Itu cuma dari billing yang berantakan. Belum termasuk:

2. Opportunity Cost dari Unit Kosong yang Lama

Kontrak tenant habis, Anda baru sadar seminggu setelahnya. Butuh 2-3 minggu lagi untuk cari tenant baru. Unit kosong 1 bulan = Rp 5 juta loss.

Kalau ini terjadi di 5 unit per tahun, itu Rp 25 juta pure loss yang sebenarnya completely avoidable dengan reminder system yang proper.

Padahal kalau ada alert 30 hari sebelum kontrak habis, Anda bisa:

  • Nego renewal lebih awal
  • Atau mulai marketing unit 2-3 minggu sebelum kosong
  • Seamless transition, zero downtime

3. Deposit yang 'Hilang' atau Disalahgunakan

Nggak punya tracking yang jelas untuk deposit = prone to abuse atau error:

  • Tenant bilang sudah bayar deposit Rp 10 juta, Anda cuma nemu bukti Rp 8 juta
  • Potongan deposit untuk kerusakan nggak terdokumentasi, tenant dispute
  • Deposit yang seharusnya dikembalikan tapi 'terlupa' 6 bulan—akhirnya jadi sengketa

Kalau 5-10% dari total deposit ada issue seperti ini, dengan average deposit Rp 10 juta per unit dan 50 unit, itu Rp 25-50 juta yang nggak termanage dengan baik.

4. Tenant Churn karena Poor Experience

Tenant yang puas akan perpanjang kontrak. Tenant yang nggak puas akan pindah.

Poor experience dari sisi admin bisa datang dari:

  • Invoicing yang nggak konsisten atau salah nominal
  • Komplain yang nggak di-follow up
  • Komunikasi yang lambat atau terlewat
  • Proses perpanjangan kontrak yang ribet

Tenant retention rate turun 10-20% karena experience yang buruk bisa cost you significantly:

  • Marketing cost untuk cari tenant baru
  • Downtime saat unit kosong
  • Potential untuk dapat tenant yang less reliable

5. Operational Cost yang Membengkak

Berapa orang yang Anda butuhkan untuk manage properti dengan sistem manual?

  • 1-2 admin untuk handle billing, data entry, koordinasi
  • Manager yang spend significant time untuk supervisi dan fire-fighting
  • External help seperti akuntan untuk rekonsiliasi manual

Untuk properti dengan 50-100 unit, operational cost bisa Rp 15-25 juta per bulan hanya untuk admin overhead yang sebenarnya bisa di-reduce significantly dengan automation.

6. Skalabilitas yang Terbatas

Dengan sistem manual, Anda punya upper limit berapa banyak unit yang bisa di-manage effectively.

50 unit masih okay. 100 unit mulai susah. 200+ unit? Impossible tanpa hire banyak orang dan even then chaos will increase exponentially.

Anda nggak bisa grow bisnis properti Anda karena bottleneck-nya di operational system.

Solusi DOIT: Sistem Manajemen Sewa yang End-to-End

Sejak 2017, DOIT sudah develop berbagai sistem manajemen untuk berbagai industri. Untuk properti rental, kami understand bahwa owner butuh sistem yang nggak hanya digitize data, tapi truly automate workflow dan provide visibility real-time.

Centralized Database untuk Semua Data Tenant

Satu sistem, semua informasi tenant:

Tenant Profile:

  • Personal info (nama, kontak, KTP, NPWP, emergency contact)
  • Employment/company info (untuk screening)
  • Rental history dan payment behavior
  • Document repository (KTP scan, kontrak, correspondence)

Unit Management:

  • Floor plan dan numbering system
  • Spesifikasi unit (luas, tipe, fasilitas)
  • Rental rate dan pricing history
  • Maintenance history per unit
  • Current status (occupied, vacant, maintenance)

Contract Management:

  • Digital contract dengan all terms
  • Start date, end date, renewal terms
  • Automatic calculation of prorated rent
  • Contract expiry alerts (30, 60, 90 days before)
  • History of all contracts per tenant

Financial Management:

  • Rent calculation (base + utilities + extras)
  • Deposit tracking dan deduction management
  • Payment history complete dengan bukti transfer
  • Outstanding balance real-time
  • Late payment penalties automatic calculation

Semua data ini saling terhubung dan update real-time. Edit di satu tempat, reflect di semua related records.

Automated Billing & Payment Tracking

Sistem DOIT eliminate 80% manual work di billing process:

Auto Invoice Generation:

  • Setiap tanggal jatuh tempo, sistem otomatis generate invoice
  • Include breakdown (rent + utilities + other charges)
  • PDF invoice auto-generated dengan branding Anda
  • Send otomatis via email/WhatsApp ke tenant

Payment Tracking:

  • Integration dengan bank account untuk auto-matching payment
  • Tenant bisa upload bukti transfer langsung di tenant portal
  • Status update otomatis: Pending → Paid → Confirmed
  • Receipt auto-generated setelah payment confirmed

Dunning Automation:

  • H+3 belum bayar → auto reminder pertama
  • H+7 belum bayar → reminder kedua dengan late fee warning
  • H+14 belum bayar → escalation ke owner
  • All communication logged di system untuk audit trail

Reconciliation Dashboard:

  • Real-time view siapa yang sudah bayar, siapa yang belum
  • Total outstanding di all properties
  • Expected cash-in untuk bulan ini
  • Variance analysis (expected vs actual)

Dengan automation ini, billing cycle yang biasanya 7-10 hari kerja bisa diselesaikan dalam 1-2 hari dengan akurasi 99%+.

Proactive Alert & Notification System

Sistem DOIT nggak hanya record data, tapi actively monitor dan alert Anda untuk action yang perlu diambil:

Contract Alerts:

  • 90 hari sebelum kontrak habis: alert untuk prepare renewal discussion
  • 60 hari sebelum: reminder untuk contact tenant
  • 30 hari sebelum: urgent reminder, mulai backup plan cari tenant baru

Payment Alerts:

  • Tenant belum bayar H+3: auto reminder ke tenant
  • H+7: alert ke admin untuk follow-up personal
  • H+14: alert ke owner, potential issue

Maintenance Alerts:

  • Scheduled maintenance due date
  • Complaint yang belum resolved >48 jam
  • Unit yang perlu inspection periodic

Business Alerts:

  • Occupancy rate turun >10% month-over-month
  • Revenue variance >15% dari forecast
  • Utility cost abnormal di unit tertentu (potential issue)

Custom Alerts:

  • Setiap bisnis bisa set alert sesuai kebutuhan
  • Multi-channel: email, WhatsApp, in-app notification
  • Role-based: owner dapat strategic alerts, admin dapat operational alerts

Tenant Self-Service Portal

Tenant Portal adalah fitur yang significantly improve tenant experience sekaligus reduce beban admin:

Untuk Tenant:

  • Lihat kontrak dan invoice online
  • Download receipt dan invoice history
  • Upload bukti pembayaran
  • Submit complaint atau maintenance request
  • Track status complaint real-time
  • Request contract renewal
  • Access announcement dari management

Untuk Owner/Admin:

  • Reduce 60-70% repetitive questions dari tenant
  • Automatic logging of all tenant interactions
  • Faster complaint resolution dengan ticketing system
  • Better tenant satisfaction = higher retention

Comprehensive Reporting & Analytics

Dashboard yang provide visibility real-time:

Financial Reports:

  • Cash flow statement (actual vs projected)
  • Profit & loss per property atau per unit
  • Outstanding receivables aging report
  • Collection efficiency metrics

Operational Reports:

  • Occupancy rate trend
  • Tenant turnover rate
  • Average length of stay
  • Unit performance ranking

Tenant Analytics:

  • Payment behavior analysis
  • Complaint frequency per tenant/unit
  • Renewal probability prediction
  • Risk scoring untuk tenant

Custom Reports:

  • Build report sesuai KPI yang Anda pantau
  • Schedule auto-send report via email
  • Export ke Excel/PDF untuk further analysis

Dengan data yang structured dan comprehensive, Anda bisa make data-driven decision instead of gut feeling.

Multi-Property & Multi-User Management

Sistem DOIT built untuk scale:

Multi-Property Support:

  • Manage unlimited properties dari satu dashboard
  • Consolidated view untuk portfolio overview
  • Drill-down untuk per-property detail
  • Cross-property comparison dan benchmarking

Role-Based Access:

  • Owner: full access, strategic reports
  • Property manager: operational access untuk assigned properties
  • Admin: data entry dan daily operations
  • Accountant: financial data read-only
  • Tenant: self-service portal

Audit Trail:

  • Semua action logged dengan timestamp dan user
  • Who did what, when, and why
  • Critical untuk dispute resolution atau compliance

Mobile App untuk Manage On-the-Go

Mobile app (Android & iOS) untuk owner dan property manager:

  • Quick view dashboard di HP
  • Approve payment dari mana aja
  • Check tenant info real-time saat site visit
  • Respond to urgent alerts instantly
  • Upload foto untuk maintenance issue
  • Offline mode untuk akses data tanpa internet

Anda nggak perlu di kantor atau buka laptop untuk know what's happening di property Anda.

Seperti Apa Prosesnya? Implementation yang Smooth

Phase 1: Discovery & Data Audit (Minggu 1-2)

Week 1: Understanding Your Business

  • Interview dengan owner dan key team
  • Understand current workflow dan pain points
  • Review existing data (Excel, documents, etc.)
  • Identify must-have features dan nice-to-have
  • Define success metrics

Week 2: Data Preparation

  • Clean up existing data (remove duplicate, fix errors)
  • Standardize format untuk migration
  • Document data structure dan relationships
  • Prepare migration plan
  • Align expectations on data quality post-migration

Deliverable:

  • System requirement document
  • Data migration strategy
  • Implementation timeline
  • Clear scope of work

Phase 2: System Development & Customization (Minggu 3-8)

Sprint 1 (Minggu 3-4): Core Modules

  • Database design dan setup
  • Tenant management module
  • Unit management module
  • Contract management basic

Sprint 2 (Minggu 5-6): Financial & Automation

  • Billing automation
  • Payment tracking
  • Invoice generation
  • Basic reporting

Sprint 3 (Minggu 7-8): Advanced Features

  • Alert system
  • Tenant portal
  • Mobile app
  • Integration (bank, WhatsApp, email)

Progress Tracking:

  • Weekly demo setiap akhir sprint
  • Continuous feedback loop
  • Adjust based on user input
  • UAT dengan actual users

Phase 3: Data Migration & Training (Minggu 9-10)

Week 9: Migration & Verification

  • Import all tenant data
  • Import all unit data
  • Import all contract dan payment history
  • Verification dan reconciliation
  • Fix any migration issues

Week 10: Training & Documentation

  • Training untuk owner dan management (strategic view)
  • Training untuk admin (daily operations)
  • Training untuk tenant (self-service portal)
  • Video tutorials untuk self-learning
  • User manual dan documentation

Deliverable:

  • System fully populated dengan data Anda
  • Team fully trained dan confident
  • Documentation complete

Phase 4: Go-Live & Support (Minggu 11+)

Week 11: Soft Launch

  • Run parallel dengan sistem lama 2 minggu
  • Monitor closely untuk catch any issues
  • Daily check-in dengan team
  • Real-time support

Week 12: Full Deployment

  • Complete cut-off dari sistem lama
  • All operations di sistem baru
  • 24/7 support first month

Ongoing Support:

  • Bug fixing kalau ada issues
  • Performance optimization
  • Feature enhancement based on usage
  • Monthly check-in untuk feedback

Guarantee:

  • Warranty period untuk major bugs
  • Free adjustments first 3 months
  • Training ulang kalau ada staff baru
  • Long-term support contract optional

Timeline Realistis

Berdasarkan pengalaman DOIT sejak 2017:

Small-Medium Property (1-3 property, <100 unit):

  • Development: 6-8 minggu
  • Migration & Training: 2 minggu
  • Total: 2-2.5 bulan

Large Property/Portfolio (Multi-property, 100+ unit):

  • Development: 8-12 minggu
  • Migration & Training: 3-4 minggu
  • Total: 3-4 bulan

Enterprise (Multi-location, complex integration):

  • Development: 12-16 minggu
  • Migration & Training: 4-6 minggu
  • Total: 4-5.5 bulan

ROI yang Bisa Anda Expect

Berdasarkan data dari klien-klien DOIT:

Immediate Impact (Month 1-3)

Operational Efficiency:

  • Billing cycle time: dari 7-10 hari → 1-2 hari (80% faster)
  • Data lookup: dari 10-15 menit → 30 detik (95% faster)
  • Admin workload: reduce 40-60%

Financial Improvement:

  • Collection time: dari 15-20 hari → 7-10 hari (50% faster)
  • Late payment: reduce 30-50% dengan auto-reminder
  • Billing errors: dari 5-10% → <1%

Medium-term Impact (Month 4-12)

Revenue Optimization:

  • Unit vacancy period: reduce 40-60% dengan proactive contract management
  • Revenue leakage: prevent Rp 20-40 juta/tahun dari tagihan yang terlewat
  • Tenant retention: improve 15-25% dengan better service

Cost Reduction:

  • Admin overhead: reduce 30-50% dengan automation
  • Dispute resolution cost: reduce 70-80% dengan clear audit trail
  • Bad debt write-off: reduce 50-70% dengan early warning system

Long-term Impact (Year 2+)

Scalability:

  • Bisa manage 2-3x lebih banyak unit tanpa proportional increase di staff
  • Portfolio expansion jadi feasible tanpa worry operational chaos

Data-Driven Growth:

  • Pricing optimization based on occupancy dan market data
  • Investment decision based on unit performance analytics
  • Tenant profiling untuk better screening

Competitive Advantage:

  • Professional image dengan automated billing dan tenant portal
  • Faster response time = better reputation
  • Higher property valuation dengan organized management

Typical ROI: System pays for itself dalam 8-15 bulan, tergantung skala property dan current level of inefficiency.

Keuntungan Sistem vs Manual yang Nggak Bisa Dipungkiri

AspekSistem ManualSistem DOIT
Tagihan Manual, prone to error, 7-10 hari Otomatis, akurat, 1-2 hari
Tracking Pembayaran Manual reconcile, sering miss Auto-matching, real-time status
Contract Alert Based on ingatan, sering telat Proactive alert 30-90 hari sebelumnya
Data Tenant Scattered across multiple files Centralized, single source of truth
Reporting Manual compile, outdated Real-time dashboard, auto-generated
Tenant Communication WhatsApp/email chaos Structured ticketing dengan history
Deposit Tracking Excel prone to error Automated calculation dengan audit trail
Occupancy Visibility Manual count, nggak real-time Live dashboard dengan trend analysis
Access Control Semua orang akses semua Role-based dengan audit trail
Scalability Limited, butuh hire banyak orang Unlimited, grow tanpa proportional cost

Bottom line: Dengan sistem manajemen sewa, Anda minimize kerugian karena manajemen yang nggak rapi, dan setiap penyewa dapat dengan mudah di-check di sistem—exactly seperti yang owner property modern butuhkan.

Saatnya Property Anda Dikelola dengan Sistem yang Proper

Anda tidak perlu lagi toleransi chaos setiap bulan saat billing cycle. Anda tidak perlu lagi khawatir data hilang atau tenant kabur tanpa Anda sadari.

Ada solusi yang lebih smart: sistem manajemen sewa yang end-to-end, yang nggak hanya digitize data tapi truly automate workflow dan provide visibility yang Anda butuhkan untuk make informed decisions.

DOIT sudah membangun berbagai sistem manajemen sejak 2017—dari yang sederhana sampai yang complex dengan multi-property dan ratusan unit. Kami understand pain points owner property karena kami develop solution based on real-world challenges yang klien-klien kami alami.

Konsultasi Gratis dengan Software Developer DOIT

Dalam sesi konsultasi 60 menit, kami akan:

  • Listen to your specific challenges di property management
  • Walkthrough sistem Anda saat ini (Excel, manual, atau existing software)
  • Identify pain points yang bisa di-solve dengan automation
  • Demo sistem manajemen sewa yang kami develop
  • Berikan estimasi ROI untuk investment di sistem
  • Propose implementation timeline yang realistic

Tidak ada commitment, tidak ada hard-selling. Purely educational consultation untuk bantu Anda understand apa yang possible dan apa yang sebaiknya Anda prioritize.

Bahkan kalau Anda decide nggak jadi implement sistem sekarang, Anda akan walk away dengan clarity tentang gap di current system Anda dan roadmap untuk fix masalah manajemen yang selama ini drain energy dan profit.

Karena property yang baik deserve management system yang baik. Dan management system yang baik adalah sistem yang work for you, not against you.

Klik di sini untuk jadwalkan konsultasi gratis →


DOIT - Custom Software Development sejak 2017. Specialized dalam Property Management System, Rental Management, dan Solutions yang disesuaikan dengan unique needs bisnis Anda.

Baca juga :<

Penilaian Anda

Related Articles

Membuat Sistem Project Management yang Efektif

Mengapa Anda Membutuhkan Sistem Project Management? Manajemen proyek yang baik adalah kunci...

5 Sistem Penting untuk Bisnis Enterprise agar Operasional Terintegrasi dan Skalabel

Di banyak perusahaan yang mulai bertumbuh, masalahnya bukan lagi kurang penjualan, tapi...

Custom Aplikasi Hotel untuk Solusi Tuntas Atasi Overbooking, Chaos Operasional

Jam sibuk di resepsionis. Telepon berdenging, tiga tamu mengantri, dan notifikasi booking...

Berapa Biaya Pembuatan Aplikasi Kargo di Indonesia?

Ketika Truk Anda "Hilang" Selama 6 Jam dan Pelanggan Mengancam Putus Kontrak Kamis sore, jam...

Fitur HRIS yang Paling Dibutuhkan Perusahaan Swasta

Ketika Gaji Salah Transfer, Resign Letter Menumpuk Bayangkan Senin pagi, jam 7.30. HP Anda...