Berapa Biaya Pembuatan Aplikasi Kargo di Indonesia?

Harga pembuatan aplikasi kargo

Ketika Truk Anda "Hilang" Selama 6 Jam dan Pelanggan Mengancam Putus Kontrak

Kamis sore, jam 16.00. Pelanggan enterprise Anda—yang kontraknya bernilai Rp 2,4 miliar setahun—menelepon dengan nada dingin: "Truk kalian sudah 6 jam tidak sampai. GPS tidak aktif. Driver tidak angkat telepon. Ini terakhir kalinya kami pakai jasa kalian."

Anda langsung telepon dispatcher. "Truk B 1234 XX di mana?" Dispatcher buka Excel, cek WhatsApp grup driver, telepon koordinator lapangan. 20 menit kemudian baru dapat info: truk mogok di Karawang sejak jam 10 pagi, tapi driver lupa lapor karena sibuk cari bengkel.

Barang senilai Rp 800 juta terlambat 8 jam. Penalty keterlambatan Rp 15 juta. Kontrak tahun depan? Kemungkinan besar pindah ke kompetitor. Dan yang paling menyakitkan: ini bukan kejadian pertama kali.

Ini realitas pahit bisnis kargo yang masih dikelola dengan sistem manual—Excel, WhatsApp, dan telepon. Biaya operasional membengkak, tapi Anda tidak tahu ke mana uang bocor. Pelanggan komplain, tapi Anda tidak punya data untuk membuktikan performa Anda sebenarnya bagus.

Lalu muncul pertanyaan: "Berapa sih biaya bikin aplikasi kargo yang bisa solve semua masalah ini?"

Tapi pertanyaan yang lebih penting sebenarnya: "Berapa biaya yang Anda keluarkan setiap bulan karena TIDAK punya aplikasi kargo yang proper?"

Gejala yang Terlihat Sepele, Tapi Menggerogoti Profit

Sebagai owner bisnis kargo atau fleet management, Anda pasti familiar dengan situasi-situasi ini:

"Truk Kita Ada Berapa yang Jalan Hari Ini?"

Pertanyaan sederhana yang seharusnya bisa dijawab dalam 5 detik. Tapi kenyataannya? Dispatcher harus telepon satu-satu, cek WhatsApp grup, tanya koordinator lapangan. 30 menit kemudian baru dapat angka yang belum tentu akurat.

15 truk milik sendiri, 8 truk sewa, 3 truk partner—semuanya tersebar di Jawa dan Sumatera. Mana yang lagi angkut barang, mana yang kosong balik, mana yang lagi istirahat, mana yang maintenance? Tidak ada yang tahu real-time.

Biaya BBM Membengkak Tanpa Penjelasan

Bulan ini biaya solar naik Rp 35 juta dari bulan lalu. Padahal jumlah trip sama. Anda curiga ada yang main-main dengan uang solar, tapi bagaimana membuktikannya?

Klaim BBM driver pakai bon manual. Ada yang tulis "Jakarta-Surabaya 400 liter" padahal seharusnya cuma 300 liter. Rute mana yang paling boros? Driver mana yang konsumsi BBM-nya wajar? Tidak ada data untuk cross-check.

Maintenance Truk Selalu Mendadak

Truk tiba-tiba mogok di tengah jalan. Baru ketahuan ternyata sudah 15.000 km tidak ganti oli. Harusnya service berkala di km 10.000, tapi tidak ada yang tracking. Akibatnya, maintenance jadi lebih mahal karena kerusakan sudah parah. Downtime truk jadi lebih lama. Biaya yang seharusnya Rp 3 juta jadi Rp 15 juta.

Anda punya jadwal maintenance di Excel, tapi Excel itu tidak akan telepon Anda kalau truk sudah waktunya service.

Customer Komplain Tracking Pengiriman

"Barang saya sudah sampai mana?" Pertanyaan yang ditanya 20 kali sehari ke customer service Anda. CS harus telepon dispatcher, dispatcher telepon driver, driver jawab "sebentar lagi sampai" (padahal masih 3 jam lagi).

Kompetitor punya tracking real-time—customer bisa lihat sendiri di aplikasi. Anda? Masih manual. Kesan profesionalisme langsung kalah.

Dokumen Proof of Delivery (POD) Hilang

Driver sudah deliver barang 2 minggu lalu, tapi surat jalan belum diserahkan ke kantor. Giliran mau billing ke customer, dokumen tidak ada. Customer tunda pembayaran. Cash flow Anda terganggu. Piutang menumpuk karena administrasi amburadul.

Ada juga kasus: customer klaim barang tidak sampai, padahal sudah diterima. Tapi tidak ada foto POD, tidak ada tanda tangan digital. Akhirnya Anda yang rugi karena tidak bisa buktikan delivery sudah selesai.

Data Trip Tidak Akurat untuk Billing

Akhir bulan, finance harus kompilasi data trip untuk billing ke customer. Data trip dari mana? Dari laporan driver yang ditulis manual, dari catatan dispatcher, dari WhatsApp chat history.

Hasilnya: sering ada selisih antara trip yang dikerjakan vs trip yang ditagih. Kadang kurang tagih (Anda rugi), kadang lebih tagih (customer komplain, reputasi rusak).

Utilisasi Armada Rendah

Anda punya 15 truk, tapi yang produktif setiap hari cuma 9-10 truk. Sisanya? Kosong balik (deadmile tinggi), tunggu order terlalu lama, atau idle di pool tanpa job jelas.

Padahal ada order yang bisa diambil kalau Anda tahu truk mana yang available di lokasi terdekat. Peluang revenue hilang karena koordinasi manual yang lambat.

Rasanya bisnis masih jalan, revenue masih masuk. Tapi margin profit terus tergerus tanpa Anda tahu persis kemana bocornya.

Akar Masalahnya: Tidak Ada Satu Sistem yang Mengintegrasikan Semua Data

Setelah berbicara dengan ratusan owner bisnis kargo dan logistik, doIT menemukan pola yang sama: masalahnya bukan di driver, bukan di armada, bukan di pelanggan—masalahnya ada di sistem operasional yang terpisah-pisah.

Tidak Ada Real-Time Visibility

Semua informasi penting tersebar di berbagai tempat:

  • Posisi truk: di kepala driver (atau GPS tracker murah yang datanya tidak terintegrasi)
  • Status order: di WhatsApp chat atau catatan dispatcher
  • Dokumen POD: di dashboard truk atau tas driver
  • Data trip: di buku harian driver atau Excel yang di-update seminggu sekali
  • History maintenance: di catatan mekanik atau nota service yang ditumpuk

Tidak ada satu dashboard yang bisa kasih Anda gambaran lengkap: berapa truk jalan, berapa order on-progress, berapa sudah selesai, ada masalah apa di lapangan.

Akibatnya, Anda selalu reaktif (nunggu masalah terjadi baru handle) bukan proaktif (antisipasi sebelum jadi masalah besar).

Proses Approval dan Koordinasi Lambat

Order baru masuk. Proses bisnis Anda:

  1. Customer telepon atau WA
  2. Sales catat di buku/Excel
  3. Sales telepon dispatcher untuk cek ketersediaan truk
  4. Dispatcher cek manual truk mana yang available
  5. Dispatcher hubungi driver yang dipilih
  6. Driver confirm (atau tidak angkat telepon)
  7. Sales konfirmasi ke customer (kadang sudah 2 jam dari request awal)

Kompetitor yang pakai aplikasi? Proses ini cuma butuh 10 menit. Anda kalah cepat, Anda kalah deal.

Data Tidak Terintegrasi

Aplikasi GPS tracker Anda punya data lokasi, tapi tidak connect dengan sistem order. Jadi meskipun Anda bisa lihat truk di peta, Anda tidak tahu truk itu lagi angkut order mana, tujuan kemana, jadwal deliver kapan.

Sistem billing Anda pakai Excel, tapi data trip harus di-input manual dari laporan driver. Risiko salah input tinggi, dan proses billing jadi lama.

Tidak Ada Audit Trail dan Accountability

Kalau terjadi masalah—keterlambatan, barang rusak, kehilangan—siapa yang bertanggung jawab? Driver bilang sudah lapor ke dispatcher. Dispatcher bilang tidak terima laporan. Sales bilang sudah koordinasi ke operations. Semua orang saling lempar tanggung jawab karena tidak ada dokumentasi yang jelas.

Tidak ada sistem yang mencatat: order ini masuk jam berapa, di-assign ke driver mana jam berapa, driver mulai jalan jam berapa, ada kendala apa di perjalanan, sampai tujuan jam berapa, POD diserahkan jam berapa.

Keputusan Bisnis Berdasarkan Asumsi, Bukan Data

"Menurut saya truk ini sudah waktunya dijual, performanya jelek."

Tapi apa datanya? Berapa sih total trip truk ini dalam 6 bulan terakhir? Berapa biaya maintenance-nya? Berapa revenue yang dihasilkan? Apakah ROI-nya masih positif?

Tidak ada yang bisa jawab dengan angka pasti. Keputusan jadi based on gut feeling, bukan analisis data. Dan gut feeling bisa salah, sangat salah.

Intinya: sistem manual menciptakan information gap yang lebar antara apa yang terjadi di lapangan dengan apa yang Anda ketahui di kantor. Dan gap inilah yang bikin bisnis Anda tidak efisien dan susah scale.

Risiko Kalau Dibiarkan: Lebih dari Sekadar "Tidak Efisien"

"Ah, ribet sih tapi masih bisa jalan."

Mari kita hitung biaya nyata dari sistem yang tidak efisien:

1. Kerugian Finansial Langsung yang Terukur

Biaya BBM yang membengkak 15-25% karena:

  • Rute tidak optimal (driver pilih jalan yang dia suka, bukan yang paling efisien)
  • Idle time terlalu lama (mesin nyala tapi tidak jalan)
  • Klaim BBM yang tidak bisa diverifikasi (driver klaim lebih banyak dari pemakaian aktual)

Kalau cost BBM Anda Rp 200 juta per bulan, bocornya bisa Rp 30-50 juta per bulan. Setahun? Rp 360-600 juta hilang percuma.

Biaya maintenance yang lebih mahal 30-40% karena:

  • Tidak ada preventive maintenance (semua jadi breakdown maintenance yang lebih mahal)
  • Spare parts harus dibeli dadakan dengan harga premium
  • Downtime truk yang lebih lama (kehilangan revenue)

Penalty keterlambatan dan kehilangan pelanggan:

  • Rata-rata penalty Rp 5-15 juta per insiden
  • Kehilangan 1 pelanggan enterprise = kehilangan revenue Rp 500 juta - 3 miliar per tahun
  • Reputasi rusak = susah dapat pelanggan baru

Deadmile (truk balik kosong) bisa mencapai 30-40% dari total mileage. Artinya 30-40% biaya operasional Anda tidak menghasilkan revenue. Kalau ini bisa dikurangi jadi 15-20% dengan route optimization, penghematan bisa mencapai ratusan juta per tahun.

2. Opportunity Cost yang Tidak Terlihat

Utilisasi armada rendah—truk Anda cuma produktif 60-70% dari waktu yang tersedia. Kalau bisa dinaikkan jadi 80-85%, revenue bertambah tanpa harus beli truk baru.

Slow response time—order masuk, Anda butuh 2-3 jam untuk confirm ketersediaan. Pelanggan tidak mau tunggu, mereka telepon kompetitor. Deals yang seharusnya jadi milik Anda, hilang.

Kapasitas scale yang terbatas—dengan sistem manual, maksimal Anda bisa manage 20-30 truk dengan efektif. Lebih dari itu, chaos. Padahal demand ada, tapi Anda tidak bisa ambil karena sistem tidak support.

3. Risiko Operasional dan Kepatuhan

Kecelakaan kerja yang bisa dicegah—driver kelelahan karena tidak ada sistem yang tracking jam kerja dan istirahat. Kalau terjadi kecelakaan fatal, liability ada di perusahaan Anda.

Pelanggaran regulasi—truck overloading, jam kerja driver melebihi batas, dokumen surat jalan tidak lengkap. Kalau kena razia atau inspeksi Dishub, denda dan sanksi bisa jutaan hingga puluhan juta.

Risiko fraud internal—driver dan koordinator lapangan kolusi manipulasi data trip, BBM, atau maintenance. Tanpa sistem digital yang mencatat semua transaksi, fraud susah terdeteksi sampai kerugiannya sudah ratusan juta.

4. Kehilangan Daya Saing

Kompetitor Anda yang pakai aplikasi kargo bisa:

  • Kasih harga lebih kompetitif (biaya operasional lebih rendah)
  • Response time lebih cepat (konfirmasi order dalam hitungan menit)
  • Layanan lebih profesional (customer bisa tracking real-time)
  • Scale lebih cepat (sistem support pertumbuhan armada)

Sementara Anda masih stuck dengan cara lama. Market share pelan-pelan tergerus.

Data menunjukkan: bisnis kargo yang tidak digitalisasi dalam 5 tahun ke depan akan kesulitan survive, karena ekspektasi pelanggan dan standar industri sudah berubah.

5. Stres dan Ketergantungan pada Key Person

Anda sebagai owner seharusnya fokus pada strategi bisnis, networking, dan ekspansi. Tapi kenyataannya? Anda masih harus turun tangan handle operasional sehari-hari karena tidak ada sistem yang bisa jalan otomatis.

Dispatcher senior Anda resign? Operasional langsung kacau karena semua knowledge ada di kepalanya, tidak terdokumentasi di sistem.

Bisnis tidak bisa jalan tanpa Anda atau beberapa key person tertentu. Ini bukan bisnis, ini pekerjaan yang Anda ciptakan untuk diri sendiri.

Solusi: Aplikasi Kargo Custom yang Sesuai DNA Bisnis Anda

Sekarang kita sampai di pertanyaan awal: "Berapa biaya pembuatan aplikasi kargo di Indonesia?"

Jawabannya: sangat bervariasi, tergantung fitur dan kompleksitas yang Anda butuhkan.

Tapi ada kabar baik: doIT dengan pengalaman lebih dari 8 tahun sejak 2017 sebagai software house yang fokus pada solusi enterprise, menawarkan pendekatan yang sangat fleksibel.

Harga sangat fleksibel sesuai fitur yang diinginkan, mulai dari Rp 10 juta Anda sudah dapat memiliki aplikasi kargo yang 100% sesuai dengan kebutuhan bisnis kargo Anda.

Kenapa Custom, Bukan Pakai Software Ready-Made?

Anda mungkin berpikir: "Ada kok aplikasi kargo yang bisa langsung pakai, tinggal subscribe aja."

Benar. Tapi ada beberapa masalah:

Fitur yang tidak Anda pakai tetap bayar—software ready-made dibuat untuk berbagai industri. Banyak fitur yang tidak relevan dengan bisnis Anda, tapi harganya sudah include.

Fitur yang Anda butuhkan justru tidak ada—bisnis kargo Anda punya keunikan: jenis muatan khusus, sistem partnership dengan owner truk, skema pricing per rute, proses handling khusus. Software paket tidak bisa accommodate ini.

Biaya subscription yang terus membengkak—subscription fee per user per bulan. Kalau bisnis berkembang, user bertambah, biaya bulanan ikut naik. 3-5 tahun ke depan, total cost of ownership bisa lebih mahal dari custom development.

Ketergantungan pada vendor—data Anda tersimpan di server mereka. Kalau vendor naik harga atau tutup layanan, Anda tidak bisa apa-apa. Vendor punya kontrol penuh atas sistem yang Anda pakai setiap hari.

Susah integrasi dengan sistem lain—Anda sudah pakai ERP atau accounting software tertentu. Software ready-made belum tentu bisa integrasi dengan smooth. Bisa jadi Anda harus export-import data manual lagi.

Dengan custom development, Anda punya:

  • Full ownership: sistem 100% milik Anda, tidak ada biaya bulanan yang terus menggerus profit
  • Fleksibilitas penuh: fitur disesuaikan persis dengan workflow dan kebutuhan bisnis Anda
  • Scalability: sistem bisa tumbuh mengikuti pertumbuhan bisnis tanpa harus migrate ke platform lain
  • Integration ready: bisa connect dengan sistem lain yang sudah Anda pakai
  • Competitive advantage: kompetitor tidak bisa tiru sistem Anda karena memang dibuat khusus untuk Anda

Fitur-Fitur Aplikasi Kargo Custom dari doIT

Berdasarkan pengalaman menangani puluhan proyek fleet management dan aplikasi kargo sejak 2017, ini fitur-fitur yang paling krusial dan memberikan ROI tertinggi:

1. Real-Time Fleet Tracking & Monitoring

  • Live GPS tracking: lihat posisi semua truk Anda di satu peta real-time
  • Route history: playback perjalanan truk untuk audit atau investigasi
  • Geofencing: alert otomatis kalau truk keluar dari rute yang sudah ditentukan
  • Speed monitoring: notifikasi kalau driver ngebut melebihi batas aman
  • Engine status: monitor kondisi mesin (nyala/mati, idle time, dll)

Manfaat langsung: visibilitas penuh armada Anda 24/7, dari manapun via web atau mobile.

2. Order & Trip Management

  • Digital order creation: sales/CS input order langsung ke sistem, tidak perlu telepon atau WA lagi
  • Auto-assignment: sistem otomatis carikan truk yang available di lokasi terdekat untuk order baru
  • Multi-stop routing: satu truk bisa handle multiple pickup/delivery dalam satu trip
  • Real-time status update: pelanggan bisa tracking statusnya sendiri (order received, on pickup, on delivery, delivered)
  • Document management: POD, surat jalan, foto barang—semua terupload otomatis ke sistem

Manfaat langsung: proses dari order masuk sampai assignment cuma butuh 5-10 menit, tidak 2-3 jam.

3. Proof of Delivery (POD) Digital

  • E-signature: penerima barang tanda tangan langsung di HP driver
  • Photo capture: foto barang sebelum dan sesudah delivery
  • Timestamp & geolocation: bukti waktu dan lokasi delivery yang tidak bisa dimanipulasi
  • Instant sync: POD langsung masuk sistem begitu driver submit, tidak perlu tunggu driver balik kantor

Manfaat langsung: eliminasi 100% masalah POD hilang, proses billing bisa langsung jalan.

4. Fuel & Expense Management

  • Digital fuel request: driver submit klaim BBM via apps dengan foto struk dan odometer
  • Fuel consumption tracking: sistem hitung konsumsi BBM per km untuk setiap truk
  • Anomaly detection: alert otomatis kalau ada klaim BBM yang tidak wajar (terlalu tinggi untuk jarak tempuh)
  • Expense approval workflow: coordinator/finance approve dari sistem, tidak perlu kertas

Manfaat langsung: transparansi penuh biaya BBM, deteksi fraud, penghematan 15-25% biaya operasional.

5. Preventive Maintenance Scheduler

  • Maintenance calendar: jadwal service rutin untuk setiap truk berdasarkan km atau waktu
  • Auto-reminder: notifikasi otomatis ke mekanik/coordinator kalau truk sudah waktunya service
  • Maintenance history: semua record service tersimpan—apa yang diperbaiki, part apa yang diganti, biaya berapa
  • Vendor management: track vendor/bengkel mana yang paling reliable dan cost-effective
  • Downtime tracking: monitor berapa lama truk idle karena maintenance

Manfaat langsung: pengurangan breakdown 50-60%, biaya maintenance lebih predictable, umur armada lebih panjang.

6. Driver Management & Performance

  • Driver profile & licensing: data lengkap driver termasuk masa berlaku SIM
  • Working hours tracking: pastikan driver tidak overwork (comply dengan regulasi)
  • Performance dashboard: score driver berdasarkan on-time delivery rate, fuel efficiency, safety record
  • Salary & incentive calculation: otomatis hitung gaji based on trip yang dikerjakan
  • Communication channel: driver bisa chat/report langsung ke dispatcher via apps

Manfaat langsung: driver accountability tinggi, motivasi meningkat dengan sistem incentive yang transparan.

7. Customer Portal & Tracking

  • Self-service tracking: customer login ke portal, lihat sendiri status pengiriman mereka
  • ETA prediction: estimasi waktu sampai berdasarkan posisi truk dan traffic real-time
  • Notification otomatis: customer dapat update via email/WA tanpa harus telepon CS
  • Delivery history: customer bisa lihat history semua pengiriman mereka
  • Rating & feedback: customer bisa kasih rating setelah delivery selesai

Manfaat langsung: beban CS berkurang 60%, customer experience meningkat drastis, brand image lebih profesional.

8. Billing & Invoicing Automation

  • Auto-calculation: sistem otomatis hitung tagihan berdasarkan trip yang completed
  • Custom pricing rules: set harga per rute, per jenis barang, per waktu (rush hour), dll
  • Invoice generation: buat invoice otomatis lengkap dengan lampiran POD
  • Integration dengan accounting: data billing langsung masuk ke software akuntansi Anda
  • Payment tracking: monitor invoice mana yang sudah dibayar, mana yang belum

Manfaat langsung: proses billing yang tadinya 3-5 hari jadi 1 hari, cash flow lebih sehat, zero error tagihan.

9. Analytics & Reporting Dashboard

  • Operational metrics: trip completion rate, on-time delivery rate, average delivery time
  • Financial metrics: revenue per trip, cost per km, profit margin per customer/route
  • Fleet utilization: berapa persen waktu truk produktif vs idle
  • Driver performance: ranking driver berdasarkan KPI yang Anda tentukan
  • Custom reports: buat report sesuai kebutuhan manajemen atau investor

Manfaat langsung: data-driven decision making, Anda tahu persis mana yang profitable dan mana yang rugi.

10. Integration Capabilities

  • API ready: bisa integrasi dengan sistem ERP, accounting software, payment gateway
  • Webhook support: real-time data sync dengan platform lain
  • Third-party integration: WhatsApp API untuk notifikasi otomatis, Google Maps API untuk routing, dll

Manfaat langsung: aplikasi kargo jadi hub yang mengintegrasikan semua sistem Anda, data mengalir otomatis.

Platform yang Fleksibel: Web, Mobile, atau Keduanya

Sesuai budget dan prioritas Anda, aplikasi bisa dikembangkan dalam beberapa platform:

Web Application—untuk dispatcher, admin, dan management. Akses dari komputer kantor atau laptop.

Mobile Apps (Android/iOS)—untuk driver dan sales lapangan. Bisa offline-mode untuk area dengan sinyal lemah.

Customer Portal—untuk pelanggan yang ingin tracking pengiriman mereka sendiri.

Anda bisa mulai dari yang paling krusial (misalnya mobile apps untuk driver + web dashboard untuk dispatcher), lalu expand ke platform lain seiring bisnis berkembang.

Contoh Paket Harga dan Fitur

Untuk memberi gambaran lebih jelas, ini contoh breakdown harga yang biasa doIT tawarkan:

Paket Basic (Rp 10-30 juta)

  • Web dashboard untuk dispatcher dan admin
  • Mobile apps untuk driver (Android atau iOS)
  • Fitur core: order management, trip tracking, POD digital, basic reporting
  • Support 10-20 truk
  • Cocok untuk: bisnis kargo kecil yang baru mau digitalisasi

Paket Professional (Rp 30-70 juta)

  • Web dashboard lengkap + mobile apps (Android & iOS)
  • Semua fitur Basic +
  • Real-time GPS tracking integration
  • Fuel & expense management
  • Preventive maintenance scheduler
  • Customer portal untuk tracking
  • Advanced reporting & analytics
  • Support 20-50 truk
  • Cocok untuk: bisnis kargo menengah dengan armada sendiri dan mitra

Paket Enterprise (Rp 70-150 juta+)

  • Semua fitur Professional +
  • Advanced route optimization & auto-dispatch
  • Integration dengan ERP/accounting software
  • Multi-tenant architecture (untuk bisnis dengan multi-branch)
  • Custom workflow sesuai business process
  • White-label customer apps
  • Dedicated server & higher security
  • API untuk third-party integration
  • Support 50+ truk
  • Cocok untuk: perusahaan logistik besar atau korporasi dengan armada skala enterprise

Harga di atas adalah estimasi dan bisa berubah tergantung:

  • Kompleksitas fitur yang diminta
  • Jumlah platform (web, Android, iOS)
  • Level integrasi dengan sistem existing
  • Custom requirement yang sangat spesifik
  • Server infrastructure yang dibutuhkan

Yang penting: harga sangat negotiable dan disesuaikan dengan budget Anda. doIT akan bantu prioritaskan fitur mana yang paling urgent untuk fase 1, dan mana yang bisa dikembangkan di fase berikutnya.

ROI: Investasi yang Balik Modal dalam 6-18 Bulan

Mari kita hitung skenario real:

Anda invest Rp 50 juta untuk aplikasi kargo paket Professional. Dengan aplikasi ini, Anda berhasil:

Hemat biaya BBM 20%: Rp 200 juta x 20% = Rp 40 juta per bulan Kurangi biaya maintenance 30%: Rp 80 juta x 30% = Rp 24 juta per bulan Tingkatkan utilisasi armada dari 65% ke 80%: Additional revenue Rp 60 juta per bulan Eliminasi penalty dan lost deals: Saving Rp 15 juta per bulan Efisiensi admin/operations: Saving labor cost Rp 10 juta per bulan

Total saving + additional revenue per bulan: Rp 149 juta

Break-even point: Rp 50 juta / Rp 149 juta = 0,33 bulan (kurang dari 4 bulan!)

Dan ini belum hitung benefit intangible seperti:

  • Brand image yang lebih profesional (lebih mudah dapat pelanggan baru)
  • Scalability bisnis (bisa expand armada tanpa khawatir chaos)
  • Peace of mind (Anda bisa tidur nyenyak tanpa khawatir ada masalah operasional yang tidak terpantau)

Investment Rp 10-150 juta untuk aplikasi custom vs kerugian operasional ratusan juta per tahun karena sistem manual—mana yang lebih mahal?

Alur Implementasi: Dari Konsultasi sampai Go-Live dalam 2-4 Bulan

Mungkin Anda khawatir: "Bikin aplikasi custom pasti lama dan ribet."

Tim doIT sudah menghandle puluhan proyek aplikasi kargo dan fleet management sejak 2017. Kami tahu owner bisnis butuh hasil cepat tanpa mengganggu operasional yang sedang jalan. Makanya kami pakai metodologi yang sudah proven:

Fase 1: Consultation & Requirement Gathering (1-2 Minggu)

  • Free consultation: tim doIT datang ke kantor Anda (atau virtual meeting) untuk deep-dive memahami bisnis Anda
  • Business process mapping: kami pelajari workflow operasional Anda dari order masuk sampai billing
  • Pain points identification: prioritaskan masalah mana yang paling urgent untuk diselesaikan
  • Feature prioritization: tentukan fitur apa yang harus ada di fase 1, dan mana yang bisa fase 2
  • Budget discussion: sesuaikan scope dengan budget yang Anda miliki

Output: Proposal lengkap dengan scope, timeline, dan harga yang jelas. Tidak ada biaya tersembunyi.

Fase 2: UI/UX Design & Prototyping (2-3 Minggu)

  • Wireframe & mockup: gambaran visual bagaimana aplikasi akan terlihat
  • User flow design: journey dari setiap user (driver, dispatcher, customer) di aplikasi
  • Prototype interaktif: Anda bisa "coba" aplikasinya sebelum development dimulai
  • Feedback & revision: kami revisi sampai Anda 100% puas dengan design

Output: Design yang sudah final dan approved, siap untuk coding.

Fase 3: Development & Integration (6-10 Minggu)

  • Backend development: database structure, business logic, API development
  • Frontend development: coding tampilan aplikasi (web dan mobile)
  • GPS tracking integration: koneksi dengan device GPS yang Anda pakai
  • Third-party integration: payment gateway, WhatsApp API, Google Maps, dll (kalau dibutuhkan)
  • Regular progress update: setiap 2 minggu Anda bisa lihat progress development

Output: Aplikasi yang fully functional dan siap untuk testing.

Fase 4: Testing & Quality Assurance (2-3 Minggu)

  • Internal testing: tim doIT test semua fitur untuk memastikan zero critical bug
  • **UAT (User 

    Acceptance Testing)**: dispatcher, driver, admin Anda yang coba langsung dan kasih feedback

    • Bug fixing & optimization: perbaiki semua issue yang ditemukan saat testing
    • Performance tuning: pastikan aplikasi cepat dan stabil meskipun banyak user

    Output: Aplikasi yang sudah stabil dan siap launch.

    Fase 5: Data Migration & Pilot Run (1-2 Minggu)

    • Migrate data existing: pindahkan data armada, driver, customer dari sistem lama ke sistem baru
    • Hardware setup: instalasi GPS device (kalau belum ada) dan integrasi dengan aplikasi
    • Pilot test: coba aplikasi dengan 2-3 truk dulu sebelum full deployment
    • Adjustment: fine-tune berdasarkan hasil pilot test

    Output: Sistem siap untuk go-live dengan semua data lengkap.

    Fase 6: Training & Go-Live (1 Minggu)

    • Training untuk admin & dispatcher: cara input order, assign trip, monitor armada, generate report
    • Training untuk driver: cara pakai mobile apps, update status, submit POD
    • Training untuk customer service: cara bantu pelanggan yang ingin tracking
    • Go-live monitoring: tim doIT standby 24/7 di minggu pertama untuk memastikan smooth transition

    Output: Tim Anda confident menggunakan aplikasi, operasional berjalan normal.

    Fase 7: Post-Launch Support & Continuous Improvement (Ongoing)

    • 1-3 bulan pertama: intensive support, response time maksimal 4 jam untuk critical issue
    • Bug fixing: perbaikan minor yang mungkin muncul setelah pemakaian real
    • Feature enhancement: tambah fitur baru berdasarkan feedback user
    • System maintenance: update security, backup data, performance monitoring
    • Dedicated support channel: WhatsApp group, email, atau ticketing system untuk support cepat

    Output: Aplikasi yang terus berkembang sesuai kebutuhan bisnis Anda.

    Total waktu dari kick-off sampai fully operational: 2-4 bulan, tergantung kompleksitas fitur yang Anda pilih.

    Jauh lebih cepat dari yang Anda bayangkan, dan dengan risk yang terukur di setiap fase.

    Mengapa Memilih doIT untuk Aplikasi Kargo Anda?

    Ada banyak software house di Indonesia. Kenapa harus doIT?

    1. Pengalaman 8+ Tahun Khusus Enterprise Solutions

    Sejak 2017, doIT fokus pada aplikasi untuk bisnis enterprise—bukan sekadar bikin website company profile atau aplikasi sederhana. Kami paham kompleksitas bisnis yang real, dan punya track record puluhan proyek sukses.

    2. Deep Understanding Bisnis Kargo & Logistik

    Tim kami tidak hanya paham coding, tapi juga memahami bisnis kargo: tantangan operasional, regulasi, behavior driver, ekspektasi pelanggan, dan dinamika industri logistik di Indonesia. Ini yang membuat solusi kami praktikal dan bukan sekadar technically sound.

    3. Truly Custom, Bukan "Semi-Custom"

    Banyak vendor yang klaim "custom" tapi sebenarnya cuma modifikasi template. doIT build dari nol sesuai kebutuhan Anda—100% milik Anda, 100% sesuai workflow Anda.

    4. Transparent Pricing, No Hidden Cost

    Semua biaya dijelaskan di depan. Tidak ada surprise charge di tengah jalan. Budget Anda terbatas? Kami bantu prioritaskan fitur agar tetap fit dengan budget tanpa mengorbankan kualitas.

    5. Post-Launch Support yang Reliable

    Banyak software house lepas tangan setelah project selesai. doIT tidak. Kami jadi partner jangka panjang—siap support, update, dan scale aplikasi Anda seiring bisnis berkembang.

    6. Tech Stack Modern & Scalable

    Kami pakai technology stack yang proven dan future-proof. Aplikasi Anda tidak akan ketinggalan jaman dalam 2-3 tahun. Dan kalau bisnis berkembang dari 20 truk jadi 200 truk, sistem tetap stabil.

    7. Portfolio Klien yang Beragam

    Dari startup logistik sampai korporasi besar, dari bisnis lokal sampai multinasional—doIT sudah dipercaya oleh berbagai skala bisnis. Ini bukti kami bisa adapt dengan berbagai kebutuhan.

    Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Owner Bisnis Kargo

    "Kalau saya mulai dari paket Basic dulu, bisa upgrade ke Professional nanti?"

    Bisa. Kami design aplikasi dengan modular architecture. Jadi Anda bisa mulai dengan fitur core, lalu expand seiring budget tersedia. Tidak perlu rebuild dari nol.

    "GPS device apa yang kompatibel dengan aplikasi ini?"

    Kami bisa integrasi dengan hampir semua brand GPS tracker yang umum di pasaran (misalnya GT06, Concox, Tramigo, dll). Atau kalau Anda mau, kami juga bisa rekomendasikan device yang paling cost-effective.

    "Bagaimana kalau driver tidak bisa pakai smartphone?"

    Untuk driver yang kesulitan dengan teknologi, kami bisa design UI yang super simple—cuma butuh tap beberapa tombol. Plus kami sediakan training hands-on sampai mereka comfortable. Pengalaman kami: 95% driver adaptasi dalam 2 minggu.

    "Apakah data saya aman? Bagaimana dengan privacy?"

    Sangat aman. Data Anda bisa disimpan di private server (on-premise) atau cloud dengan enkripsi tingkat bank. Kami comply dengan regulasi perlindungan data. Dan karena ini custom system, hanya orang yang Anda authorize yang bisa akses.

    "Berapa lama sampai aplikasi ROI (balik modal)?"

    Based on pengalaman klien kami: rata-rata 6-18 bulan, tergantung skala bisnis dan seberapa efektif eksekusi optimisasi operasional setelah aplikasi jalan. Banyak yang bahkan break-even dalam 3-6 bulan karena saving cost yang signifikan.

    "Saya sudah pakai software kargo yang ready-made, tapi tidak puas. Bisa migrate ke custom system?"

    Bisa. Kami bisa migrate data dari sistem lama Anda, dan build fitur-fitur yang missing di software lama. Proses migration kami handle dengan hati-hati supaya tidak ada data loss atau downtime operasional.

    Langkah Selanjutnya: Mulai dengan Konsultasi Gratis

    Anda tidak perlu langsung commit dengan investasi puluhan juta. Mulai dari langkah kecil:

    Konsultasi Gratis Tanpa Komitmen

    Tim doIT akan:

    • Dengarkan pain points dan tantangan bisnis Anda saat ini
    • Analisis sistem operasional yang sedang berjalan
    • Identifikasi gap dan opportunity improvement
    • Estimasi potensi saving dan ROI kalau pakai aplikasi custom
    • Rekomendasikan fitur prioritas yang sesuai dengan kondisi dan budget Anda saat ini

    Tidak ada sales pitch yang memaksa. Tidak ada tekanan untuk langsung sign contract. Hanya diskusi profesional untuk explore apakah aplikasi custom adalah solusi yang tepat untuk Anda.

    Proses Konsultasi:

    1. Isi form di website: https://www.doit.co.id/jasa-pembuatan-aplikasi-kargo
    2. Tim kami akan hubungi Anda dalam 24 jam untuk schedule meeting (online atau offline)
    3. Meeting consultation (60-90 menit)—bisa di kantor Anda, kantor kami, atau virtual meeting
    4. Kami kirim proposal dengan scope, timeline, dan harga sesuai hasil diskusi
    5. Anda review dan decide—tidak ada pressure, take your time

    Setelah konsultasi, Anda akan punya clarity:

    • Berapa biaya actual untuk build aplikasi yang Anda butuhkan
    • Fitur apa yang paling krusial dan memberikan ROI tertinggi
    • Timeline realistic dari start sampai go-live
    • Estimasi berapa lama balik modal

    Dan semua ini gratis, tanpa komitmen apa pun.

    Keputusan Ada di Tangan Anda: Chaos atau Kontrol?

    Setiap bulan Anda delay digitalisasi operasional, adalah bulan dimana: