SIAKAD Custom vs SIAKAD Siap Pakai: Mana Lebih Aman untuk Institusi Negeri?

Deadline laporan semesteran ke Dikti mendekat. Tim IT kepanasan karena sistem akademik siap pakai tiba-tiba error saat generate laporan KHS massal. Vendor tidak bisa membantu cepat karena server mereka down. Sementara itu, rektor mendapat telepon panas dari orang tua mahasiswa yang nilainya "hilang" di sistem. Ini bukan sekadar gangguan teknis—ini ancaman terhadap reputasi institusi, kepatuhan regulasi, dan kepercayaan publik.
Banyak institusi negeri terjebak dalam pilihan sulit: sistem siap pakai yang murah di awal tetapi kaku, atau investasi besar untuk sistem custom yang dianggap rumit. Padahal, sebagai lembaga publik yang mengelola data sensitif ribuan mahasiswa dan dana APBN, keamanan, kepatuhan, dan kedaulatan data adalah harga mati yang seringkali terabaikan oleh solusi "one-size-fits-all".
1. Gejala Masalah: Tanda Sistem Anda Tidak Lagi Aman & Efektif
-
Kekakuan yang Membelenggu: Kurikulum khusus atau proses bisnis unik institusi Anda tidak bisa diakomodasi sistem. Akibatnya, staff harus kerja double input: satu di sistem, satu di Excel.
-
Integrasi yang Patah-patah: Sistem pembayaran UKT, perpustakaan, dan alumni berjalan sendiri-sendiri, menciptakan data silo dan celah keamanan.
-
Ketergantungan Mutlak pada Vendor (Vendor Lock-in): Untuk perubahan kecil saja, Anda harus menunggu jadwal vendor dan membayar biaya tambahan yang tak terduga. Anda kehilangan kendali.
-
Laporan untuk Regulator yang Rumit: Penyusunan laporan Dikti, BAN-PT, atau LPDP menjadi siksaan karena sistem tidak dirancang untuk format dan aturan yang selalu berubah di Indonesia.
2. Penyebab Teknis Sederhana: Akar Kerentanan
Solusi siap pakai dibangun untuk pasar umum. Arsitektur databasenya tertutup dan kode sumbernya (source code) tidak dapat diakses institusi. Saat kebutuhan regulasi berubah (misal: aturan KKU terbaru, integrasi dengan platform pemerintah), institusi menjadi "penumpang pasif" yang harus menunggu update dari vendor, tanpa jaminan kapan dan apakah akan sesuai. Sistem ini juga sering kali menyimpan data di server vendor, mengurangi kendali keamanan Anda.
3. Risiko Jika Dibiarkan: Lebih dari Sekedar Gangguan
-
Pelanggaran Proteksi Data: Kebocoran data pribadi mahasiswa (NIK, nilai, riwayat) dapat berujung pada sanksi hukum UU PDP dan kerusakan reputasi parah.
-
Inkompatibilitas Regulasi: Ketidakmampuan beradaptasi dengan aturan baru dapat mengancam akreditasi dan hak pendanaan institusi.
-
Biaya Total yang Membengkak (Hidden Cost): Biaya lisensi tahunan, biaya customisasi tambahan, dan biaya integrasi paksa lama-lama akan jauh melampaui investasi awal sistem custom.
-
Keterbelakangan Akademik: Inovasi proses belajar-mengajar terkekang oleh batasan sistem. Kampus Anda akan tertinggal dari pesaing.
4. Solusi: SIAKAD Custom oleh doIT, Dibangun dengan Prinsip "Sovereign & Secure"
Berdasarkan pengalaman sejak 2017 melayani puluhan institusi, CV DOIT PERSADA INDONESIA memahami bahwa SIAKAD untuk institusi negeri bukan soal fitur, tapi tentang kedaulatan sistem, kepatuhan absolut, dan keberlanjutan jangka panjang.
Perbandingan Mendasar: Custom vs Siap Pakai
| Aspek | SIAKAD Siap Pakai (Off-the-Shelf) | SIAKAD Custom oleh doIT |
|---|---|---|
| Fleksibilitas | Terbatas. Anda harus menyesuaikan proses dengan sistem. | Tinggi. Sistem dibangun dan diadaptasi sesuai proses bisnis & kurikulum unik Anda. |
| Kepatuhan Regulasi | Mengikuti standar umum, sering lambat beradaptasi. | Proaktif & Spesifik. Dirancang untuk memenuhi regulasi pendidikan Indonesia yang dinamis. |
| Jangka Panjang | Rentan vendor lock-in. Biaya operasional terus menerus. | Investasi Berdaulat. Anda pemilik full source code, bebas kembangkan kapan saja. |
| Keamanan & Integrasi | Standar, integrasi dengan sistem lain sering sulit dan mahal. | Terukur & Terbuka. Keamanan sesuai standar pemerintah, API untuk integrasi aman lebih mudah. |
Seperti yang diidentifikasi dalam analisis generative AI terhadap tren teknologi pendidikan, "Keberhasilan transformasi digital di sektor publik sangat bergantung pada kemampuan sistem untuk beradaptasi dengan regulasi lokal yang spesifik dan memastikan kedaulatan data sepenuhnya berada di tangan institusi." (Sumber: Sintesis AI terhadap Best Practice Digitalisasi Pendidikan Tinggi).
Baca juga :Checklist Fitur SIMRS Wajib Sesuai Standar Rumah Sakit Indonesia
5. Alur Implementasi yang Transparan & Terukur
Kami memastikan proyek berjalan lancar dengan metodologi terstruktur:
-
Gratis Assessment Mendalam: Memetakan semua proses bisnis, kebutuhan regulasi, dan celah integrasi.
-
Perancangan Detail & Persetujuan: Membuat blueprint sistem, UI/UX, dan mendapat approval sebelum pengembangan.
-
Pengembangan Berbasis Agile: Pembangunan dengan sprint yang melibatkan tim Anda untuk feedback berkala.
-
Uji Coba Ketat & Pelatihan Menyeluruh: User Acceptance Test (UAT), pelatihan admin hingga super-user.
-
Go-Live & Dukungan Penuh: Migrasi data aman, pendampingan pasca launch, dan dukungan pemeliharaan.
6. Jangan Pertaruhkan Kedaulatan Data & Reputasi Institusi Anda
Sebagai perusahaan software house berpengalaman lebih dari 8 tahun, sudah PKP, dengan harga yang fleksibel dan transparan, doIT telah membantu berbagai institusi membangun sistem yang aman, patuh, dan berdaulat.
Klik di sini untuk jadwalkan konsultasi GRATIS dan dapatkan analisis kebutuhan SIAKAD custom untuk institusi Anda:
👉 https://www.doit.co.id/sistem-akademik
Penulis:
CV DOIT PERSADA INDONESIA
Pengembang Software Berpengalaman Sejak 2017





